♥ My Diary Mobile ♥


Friday, September 27, 2013

Bismillah

Bismillah... :)


Wahhh... udah lama banget gak megang blog ini, kayaknya bikin blog ini juga karna ada tugas dari kampus waktu semester awal :P
after that.. gak kesentuh lagi deh ini blog *maapkeun ya*

Untuk permulaan kembalinya aku ke dunia per-blog-an ..
Baiknya sih di mulai dengan BISMILLAH yaaa ..
Karena yang mau di share pun ya harus di mulai dengan kata sakti itu hehehhee

awalnya sama sekali gak minat buat balik lagi nulis di blog, tapi karena insha Allah punya rencana indah, dan nemu pencerahan dari temen-temen blog yang share tentang persiapan pernikahannya, acara nikah, sampe yang sekarang udah ada baby nya..
seneng banget rasanya baca cerita-cerita mereka..
Dan rasanya kok ya pengen ikutan sharing.. barangkali ada yang bernasib kaya aku..
Nikah yang bener-bener butuh masukan dan ide dari temen-temen blog.
Jujur aja, kalo dunia internet belom ada di jaman sekarang,
pasti aku bakalan stres sendiri buat survey kemana mana..
Semua mesti di datengin secara langsung.. Alhamdulillah internet ngebantu banget buat cari-cari informasi walaupun di antah berantah sana beritanya hehhehe..


Kayaknya gini aja kali ya pembukaan basa basi sebagai 'izin' mau balik lagi nge-blog..
Next posting, udah mau berbagi persiapan wedding ku sama si Lek (Panggilan sayang ku ke dia hehehe His real name is Andre) ..

BISMILLAH......

Monday, March 21, 2011

Mekanisme Electronic Commerce dalam Dunia Bisnis

Mempelajari E-Commerce sebenarnya cukup mudah, karena tidak jauh berbeda dengan memahami bagaimana perdagangan atau bisnis selama ini dijalankan. Yang membedakannya adalah dilibatkannya teknologi komputer dan telekomunikasi secara intensif sebagai sarana untuk melakukan dua hal utama (Kosiur, 1997):
  • Mengolah data mentah menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan bersama oleh para pelaku bisnis dan konsumen; dan
  • Mendistribusikan data atau informasi tersebut secara cepat dan efisien ke seluruh komponen bisnis yang membutuhkan.

Dari beragam jenis aplikasi E-Commerce yang ada, secara prinsip mekanisme kerjanya kurang lebih sama, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.



Ada dua hal utama yang biasa dilakukan oleh konsumen (Customers) di dunia maya (arena transaksi yang terbentuk karena adanya jaringan internet). Pertama adalah melihat produk-produk atau jasa-jasa yang diiklankan oleh perusahaan terkait melalui website-nya (Online Ads). Kedua adalah mencari data atau informasi tertentu yang dibutuhkan sehubungan dengan proses transaksi bisnis atau dagang (jual beli) yang akan dilakukan.
Jika tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan, konsumen dapat melakukan transaksi perdagangan dengan dua cara. Cara pertama adalah secara konvensional (Standard Orders) seperti yang selama ini dilakukan, baik melalui telepon, faks, atau langsung datang ke tempat penjualan produk atau jasa terkait. Cara kedua adalah melakukan pemesanan secara elektronik (Online Orders), yaitu dengan menggunakan perangkat komputer yang dapat ditemukan dimana saja (rumah, sekolah, tempat kerja, warnet, dsb.).

Berdasarkan pesanan tersebut, penjual produk atau jasa akan mendistribusikan barangnya kepada konsumen melalui dua jalur (Distribution). Bagi perusahaan yang melibatkan barang secara fisik, perusahaan akan mengirimkannya melalui kurir ke tempat pemesan berada. Yang menarik adalah jalur kedua, dimana disediakan bagi produk atau jasa yang dapat digitisasi (diubah menjadi sinyal digital). Produk-produk yang berbentuk semacam teks, gambar, video, dan audio secara fisik tidak perlu lagi dikirimkan, namun dapat disampaikan melalui jalur internet. Contohnya adalah electronic newspapers, digital library, virtual school, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, melalui internet dapat dilakukan pula aktivitas pasca pembelian, yaitu pelayanan purna jual (Electronic Customer Support). Proses ini dapat dilakukan melalui jalur konvensional, seperti telepon, ataupun jalur internet, seperti email, tele conference, chatting, dan lain-lain. Diharapkan dari interaksi tersebut di atas, konsumen dapat datang kembali dan melakukan pembelian produk atau jasa di kemudian hari (Follow-On Sales).

Secara strategis, ada tiga domain besar yang membentuk komunitas E-Commerce, yaitu: proses, institusi, dan teknologi. Seperti telah dijelaskan di atas, proses yang terjadi di dalam perdagangan elektronik kurang lebih sama.

Elemen pertama adalah “proses”. Proses yang berkaitan dengan produk atau jasa fisik, biasanya akan melalui rantai nilai (value chain) seperti yang diperkenalkan oleh Michael Porter:
  • Proses utama terdiri dari: inbound logistics, production, outbound logistics and distribution, sales and marketing, dan services; dan
  • Proses penunjang terdiri dari: procurement, firm infrastructure, dan technology.
  • Sementara proses yang melibatkan produk atau jasa digital, akan mengikuti rantai nilai virtual (virtual value chain) seperti yang diperkenalkan oleh Indrajit Singha, yang meliputi rangkaian aktivitas: gathering, organizing, selecting, synthesizing, dan distributing.


Penerapan Teknologi E-Commerce

Penerapan teknologi e-Commerce untuk mengenalkan/memasarkan produk diperlukan :
1. Katalog OnLine
  • Katalog online digunakan untuk memberikan informasi kepada pelanggan/calon pelanggan potensial untuk mendapatkan informasi yang lengkap dari suatu produk.
2. Transaksi OnLine
  • Transaksi OnLine adalah sebuah fasilitas yang disediakan oleh suatu situs e-Commerce kepada pelanggan untuk dapat melakukan pembelian/order barang secara online lewat media internet, transaksi online ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu shopping cart, dan online payment.

  • Shopping Cart
Sopphing Cart software merupakan sistem yang digunakan agar calon pembeli dapat membeli barang-barang yang ditawarkan melalui katalog online , mengawasi account kita setiap saat dan menggabungkan semua aspek e-Commerce pada suatu situs.


  • OnLine Payment
Menyediakan layanan pembayaran secara online dari transaksi yang sudah terjadi, online payment ini membutuhkan 2 komponen yaitu ;
      • Payment Gateway
      • Certification Authority
  • Payment Gateway

Payment Gateway biasanya dimiliki oleh acquirer (institusi finansial tertentu yang mendukung merchant dengan menyediakan layanan untuk memproses transaksi).
Payment gateway merupakan sistem yang menyediakan service online e-Commerce kepada pasar.
Diperlukan oleh acquirer untuk mendukung berlangsungnnya proses otorisasi dan memonitor proses transaksi yang sedang berlangsung.
  • Certification Authority

Merupakan komponen infrastrukur yang menandai public key milik cardholder, merchant dan atau acquirer manapun payment gatewaynya.

3. Status Order

Diperlukan pelanggan yang telah melakukan transaksi online untuk mengetahui sampai dimana transaksi yang sudah dilakukan telah diproses oleh penyedia situs e-Commerce.
Dapat saja penyedia layanan e-Commerce memberitahukan status order transaksi yang dilakukan oleh pelanggan melalui SMS atau e-Mail.